ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN DENGAN GANGGUAN METABOLISME PADA SISTEM MUSKULOSKELETAL

Juniartha Semara Putra
ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN DENGAN GANGGUAN METABOLISME PADA SISTEM MUSKULOSKELETAL
  1. Asuhan keperawatan pada pasien Gout/Pirai
Gout adalah peradangan akibat adanya endapan kristal asam urat pada sendi dan jari.
Patofisiologi
Adanya gangguan metabolisme purin dalam tubuh, intake bahan yang mengandung asam urat tinggi, dan sistem ekskresi asam urat yang tidak adequat akan menghasilkan akumulasi asam urat yang berlebihan di dalam plasma darah (Hiperurecemia), sehingga mengakibatkan kristal asam urat menunpuk dalam tubuh. Penimbunan ini menimbulkan iritasi lokal dan menimbulkan respon inflamasi.
Hiperurecemia merupakan hasil:
          meningkatnya produksi asam urat akibat metabolisme purine abnormal
          menurunnya ekskresi asam urat
          kombinasi keduanya
Gout sering menyerang wanita post menopouse usia 50 – 60 tahun. Juga dapat menyerang laki-laki usia pubertas dan atau usia di atas 30 tahun. Penyakit ini paling sering mengenai sendi metatrsofalangeal, ibu jari kaki, sendi lutut dan pergelangan kaki.
Pengkajian Keperawatan
Riwayat Keperawatan
          Usia
          Jenis kelamin
          nyeri (pada ibu jari kaki atau sendi-sendi lain)
          kaku pada sendi
          aktivitas (mudah capai)
          diet
          keluarga
          pengobatan
          pusing, demam, malaise, dan anoreksi
          takikardi
          pola pemeliharaan kesehatan
          penyakit batu ginjal
Pemeriksaan fisik
          identifikasi tanda dan gejala yang ada peda riwayat keperawatan
          nyeri tekan pada sendi yang terkena
          nyeri pada saat digerakkan
          area sendi bengkak (kulit hangat, tegang, warna keunguan)
          denyut jantung berdebar
          identifikasi penurunan berat badan
Riwayat Psikososial
          cemas dan takut untuk melakukan kativitas
          tidak berdaya
          gangguan aktivvitas di tempat kerja
Pemeriksaan diagnostik
          asam urat
          sel darah putih, sel darah merah
          aspirasi sendi terdapat asam urat
          urine
          rontgen
Diagnosa Keperawatan
1.      Gangguan rasa nyaman nyeri b.d adanya radang pada sendi
2.      Gangguan mobilitas fisik b.d adanya nyeri sendi
3.      Potensial terjadi perubahan pola miksi b.d adanya batu atau insufisiensi ginjal
4.      Kurang pengetahuan tentang pengobatan dan perawatan di rumah
5.      Gangguan integritas kulit b.d tophi (tofi)
6.      Resiko : nyeri b.d batu ginjal
Perencanaan dan Implementasi
  1. Gangguan rasa nyaman nyeri
Klien akan menunjukkan tingkat kenyamanan yang lebih baik (rasa nyeri berkurang)
          Istirahatkan sendi yang sakit dan berikan bantal dibawahnya
          Berikan kompres hangat
          Hindarkan factor penyebab munculnya iritasi pada tofi
          Berikan obat sesuai program
          Monitor efek samping obat
  1. Gangguan mobilitas fisik
Pasien akan meningkatkan aktivitas sesuai kemampuan
          anjurkan pasien untuk melakukan gerakan-gerakan bila tidak ada rasa nyeri
          Lakukan ambulasi dengan bantuan missal dengan menggunakan “walker” atau tongkat
          Lakukan ROM secara berhati-hati
  1. Kurang pengetahuan
Pasien dan keluarga akan meningkat pemahaman tentang penyakit gout dan cara perawatannya
          Jelaskan proses perjalanan penyakit
          Berikan jadwal/program pengobatan (nama obat, dosis, tujuan dan efek samping)
          Diskusikan pentingnya diit yang terkontrol
  1. Asuhan keperawatan pada pasien Osteoporosis
Osteoporosis adalah gangguan metabolisme tulang berhubungan dengan usia ditandai adanya demineralisasi tulang yang berakibta menurunnya kepedatan tulang dan fraktur.
Patofisiologi
Masa tulang atau kepadatan tulang mencapai puncak pada usia 30- 35 tahun. Setelah mencapai puncak, tulang akan kehilangan Kalsium dari kortek, jaringan padat, lama kelamaan tulang keropos dan patah. Masa tulang akan menurun secara cepat pada masa postmenopouse
Diperkirakan 50% wanita usia lebih dari 65 tahun memiliki gejala osteoporosis. Osteoporosis dibedakan menjadi dua:
1.      Osteopoprosis primer (paling umum) dibedakan menjadi dua (post menopouse terjadi pada usia 55 – 65 tahun & Senil osteoporosis terjadi pada lansia usia > 65 tahun)
2.      Osteoporosis sekunder diakibatkan oleh kondisi medis seperti hiperparathyroid, penggunaan kortikosteroid dalam waktu lama dan lain-lain.
Patofisiologi secara pasti masih belum diketahui, namum diperkirakan oleh karena terjadinya penurunan aktivitas osteoblast dan peningkatan osteoklast
Etiology
Penyebab osteoporosis belum diketahui secara pasti, namun diidentifkiasi beberapa factor resiko memiliki andil terhadap terjadinya osteoporosis:
          lebih banyak terjadi pada wanita kulit pu tih, sesudah menopouse
          kurus
          latihan tidak teratur
          malabsorbsi
          diit
          kekurangan protein
          kekurangan protein
          alcohol
          rokok
          kafein
          Heriditer
          Usia Lanjut
Pencegahan
Ditujukan untuk meminimalisasi factor resiko yang mungkin, penekanannya adalah pada 3 faktor yaitu pengobatan, diet, dan latihan
Pengkajian
Riwayat Kesehatan
          usia, jenis kelamin, suku
          bentuk tubuh, Tinggi badan dan Berat Badan
          paparan dengan sinar matahari, rokok, penggunaan alcohol dan rokok
          Diit (Calcium dan Vitamin D)
          Latihan rutin dan type latihan
          Kesehatan sekarang (pengelolaan medis sekarang)
          Pengobatan dahulu dan sekarang
          Keluarga
          Riwayat jatuh atau pergerakan yang tiba-tiba
          Nyeri punggung atau panggul
          Adanya rasa nyeri tekan pada daerah bawah thorak, lumbal
Riwayat Psikososial
          adanya gangguan body image
          ketidakmampuan untuk duduk secara fit
          perubahan pola seksual
          perubahan status psikologi
          cemas dan takut terhadap program pengobatan
Pemeriksaan Fisik
Lakukan penekanan pada punggung apakah ada nyeri tekan
Adanya nyeri pergerakan
Amati adanya kelainan bentuk
Periksa mobilitas
Test Laborat
Tidak ada test laborat definitive untuk menegakkan diagnosa osteoporosis primer.
Test yang dilakukan untuk menegakkan diagnosa osteoporosis sekunder atau gangguan metabolisme tulang adalah serum Calcium, Vit D, Posfor, Alkaline Phosfatase, Calcium dalam Urine, Serum protein, fungsi thyroid.
Test radiology ( CT)
Biopsi tulang
Diagnosa Keperawatan
1.      Potensial cedera (fraktur) b.d demineralisasi, jatuh
2.      Gangguan mobilitas fisik b.d penurunan kekuatan otot, disfungsi, nyeri otot
3.      Nyeri b. d fraktur
4.      Intoleran terhadap aktivitas b.d nyeri dan gangguan mobilitas fisik
5.      Cemas b.d takut akan terjadi fraktur ulang
6.      Konstipasi b.d khyposis berat
7.      Tidak efektifnya pola nafas b.d. rusaknya tulang belakang
8.      Tidak efektifnya koping individu b.d. perkembangan penyakit kronik, perubahan bentuk tubuh
9.      Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh b.d tdak adequatnya intake Calcium
10.  Gangguan body image b.d kelainan bentuk tulang belakang
11.  Gangguan disfungsi seksual b.d nyeri punggung
12.  Kurang pengetahuan b.d pengelolaan atau program treatmen

Potensial cedera (fraktur) b.d demineralisasi, jatuh

Tujuan: klien tidak akan mengalami jatuh dan fraktur akibat jatuh
          identifikasi dan hindari lingkungan yang memiliki potensial bahaya
          Ciptakan lingkungan yang bebas dari bahaya untk klien selama di rumah sakit
          Sediakan support ambulasi bila diperlukan
          Ketika membantu melakukan ADL, cegah klien dari bahaya kecelakaan
          Anjurkan untuk tidak melakukan gerakan yang tiba-tiba, tidak mengangkat benda berat
          Ajarkan pentingnya mengkonsumsi makanan yang dapat mengurangi keparahan osteoporosis
          Jelaskan tentang efek samping merokok

Gangguan mobilitas fisik b.d penurunan kekuatan otot, disfungsi, nyeri otot

Tujuan: Klien akan meningkatkan mobilitas fisik sampai batas tidak tergantung dalam memenuhi ADL
          Konsultasikan pada ahli therapy fisik
          Beritahu dan ajarkan pentingnya latihan
          Konsultasikan dengan okupasiterapi
          Ajarkan cara-cara menggunakan alat bantu gerak

Nyeri b. d fraktur vertebrae

Tujuan: Klien akan turun tingkat nyerinya dan tidak tergantung dalam perawatan dirinya
          kaji perlunya digunakan obat anti nyeri
          Pertahankan alat yang digunakan untuk memfiksasi fraktur vertebrae
          Kaji kulit dimana alat dipasang dapat menekan
          Pasang letakkan secara tepat alat yang ada ketika pasien akan bangun dari tempat tidur
          Gunakan lotion untuk mengurangi rasa nyeri bila perlu


ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN DENGAN GANGGUAN DEGENERASI PADA SISTEM MUSKULOSKELETAL
Asuhan keperawatan pada pasien dengan Osteoartrosis
Pengertian
Osteoartrosis/Osteoarthritis atau Degenerative Joint Disease merupakan penyakit kronik noninflamatory degeneration) dan bukan penyakit sistemik yang mengenai tulang dan tulang didekatnya.
Penyakit ini dapat mengenai satu sendi pada paha dan lutut namun dapat pula terjadi pada tulang belakang pada bagian servikal dan lumbosakral, interfalangeal, sendi bahu, dan sendi siku.
Penyebab
Secara pasti penyebab osteoartrosis belum diketahui , namun penyakit ini berhubungan dengan proses ketuaan, trauma, obesitas, stress mekanik, kelainan bawaan, dan kelainan-kelainan metabolic.
Pathofisology
Osteoartrosis ditandai dengan kerusakan dan atau hilangnya secara bertahap jaringan lunak sendi bagian tengah maupun tepi. Dapat berupa Osteoartrosis primer maupun sekunder.
Trauma baik ektrensik maupun intrisk pada kartilago dapat menyebabkan osteoartrosis. Trauma extrensik yaitu akibat adanya fraktur atau ruptur ligamen sedangkan trauma intrisik berupa adanya perubahan metabolisme sendi yang pada akhirnya mengakibatkan tulang rawan mengalami erosi dan kehancuran, tulang menjadi tebal, dan terjadi penyempitan rongga sendi yang menyebabkan nyeri, kaku, kerepitasi, deformitas, adanya hipertrofi atau nodul apad tangan.
Pengkajian
Riwayat Kesehatan
          usia dan jenis kelamin
          Riwayat pekerjaan
          Riwayat trauma
          Olah raga yang ditekuni saat ini maupun masa lalu
          Riwayat obesitas
          Riwayat keluaraga terkait dengan arthritis
          Penyakit lain yang dialami
Pemeriksaan fisik
          keluhan utama : nyri sendi (hilang pada istirahat dan meningkat saat aktifitas lama-lama saat istirahat)
          Kekakuan otot
          Krepitus
          Merasakan sendi menebal, kaku
          Sendi menebal karena hypertrofi
          Heberden’s node (pada sendi distal interfalangeal)
          Bouchard’s nodes (pada sendi proksimal interfalangeal)
          Kemerahan pada sendi
          Gangguan mobilitas
          Gangguan ADL
 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s