ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN DENGAN CA NASOFARING

Juniartha Semara Putra
ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN DENGAN CANASOFARING
DI RUANG KAMBOJA RSUP SANGLAH
TANGGAL 24-26 OKTOBER 2012
I.         PENGKAJIAN
Pengkajian dilakukan pada tanggal 24 Oktober 2012 pukul 13.00 WITA di Ruang Kamboja RSUP Sanglah. Pengkajian dilakukandengan teknik anamnesa, observasi, pemeriksaan fisik dan Catatan Medis (CM) pasien.
Tanggal Masuk            : 24 Oktober 2012
Ruang/ Kelas   : Kamboja Selatan/ III A
No. Kamar      : 5
No. CM                       : 01.57.08.96
A.    Identitas Pasien                                                                    Penanggung Jawab
Nama                                      : ‘KR’                          : “MS
Umur                                      : 60 Tahun                   : 30 Tahun
Jenis Kelamin                         : Laki-laki                    : Laki-laki
Pendidikan                             : Tamat SD                  : Tamat SMA
Pekerjaan                                : Petani                        : Pegawai swasta
Agama                                    : Hindu                        : Hindu
Status                                     : Sudah Menikah         : Sudah menikah
Alamat                                   : Br. Dangin Jelinjing Belalang,Kediri, Tabanan
Suku Bangsa                          : Indonesia                  : Indonesia
Hubungan dengan pasien       : –                                 : Anak
Diagnosa Medis                     : KNF                          : –
B.     Alasan Dirawat
Pasien datang ke rumah sakit dengan keluhan lemas, nyeri dan muncul benjolan di sekitar pipi dan leher bagian kiri.
.
C.    Riwayat Kesehatan
1.      Riwayat Penyakit Sekarang
Pasien mengeluh lemas, sulit menelan, nyeri, dan ada benjolan di sekitar pipi dan leher bagian kiri, seta pasien mengeluh mual dan nafsu makan menurun. Leher terasa sulit untuk digerakan dan suara menjadi serak. Pasien lalu berobat ke poli THT RSUP Sanglah lalu dinyatakan kanker nasofaring. Pasien kemudian dirujuk untuk rawat  inap di RSUP Sanglah Ruang Kamboja dengan terapi dari dokter:
a.       Ondasentron 3×4 pial
b.      NaCl 0,9%
c.       Paracetamol 3 x 500 g
d.      Vitamin B1 B6 B122X1 tablet, Vitamin C 1×1 tablet
e.       Codein 6 x 10 mg
2.      Riwayat Penyakit Dahulu
Pasien pernah dirawat di rumah sakit sekitar 2 bulan yang lalu dengan keluhan yang sama
3.      Riwayat Penyakit Keluarga
Anggota keluarga pasien tidak ada yang menderita penyakit yang sama dengan pasien dan juga keluarga pasien tidak memiliki penyakit keturunan seperti DM, hipertensi, dan lainnya.
D.    Pengkajian Bio-Psiko-Sosial-Spiritual
1.      Bernapas
Pasien mengatakan tidak pernah mengalami kesulitan dalam bernapas baik sebelum masuk rumah sakit maupun setelah masuk rumah sakit.
2.      Makan dan Minum
a.    Makan :            Sebelum masuk rumah sakit pasien biasa makan 2-3 x sehari dan habis 1 porsi. Selama dirawat di rumah sakit pasien mengeluh tidak nafsu makan dan susah menelan disertai mual dam muntah 3 kali ( + 1500 cc ), pasien hanya mampu menghabiskan 1/3 porsi makanan setiap kali makan.
b.    Minum :           Sebelum masuk rumah sakit pasien biasa minum 5 gelas sehari. Selama di rumah sakit pasien minum 2-3 gelas perhari dan minum air.
3.      Eliminasi
Pasien tidak mengalami gangguan pada eliminasinya baik sebelum dirawat di rumah sakit maupun  setelah dirawat di rumah sakit.
4.      Gerak dan Aktivitas
Pasien mengatakan sedikit lemas, tetapi pasien mampu melakukan aktivitas sendiri seperti makan,toileting, berpakaian walaupun kadang-kadang dibantu oleh keluarga.
5.      Istirahat dan Tidur
Pasien mengatakan tidak ada gangguan dalam tidurnya. Dengan jam tidur dari pukul 22.00-06.00 WITA.
6.      Kebersihan Diri
Sebelum masuk rumah sakit pasien mengatakan mandi 1 x sehari. Setelah di rumah sakit pasien hanya dilap dengan air hangatoleh kelurganya 1 x sehari.
7.      Pengaturan Suhu Tubuh
Pada saat pengkajian pasien tidak ada keluhan panas,suhu tubuh pasien 36,5oC.
8.      Rasa Nyaman
Pada saat pengkajian pasien mengeluh nyeri pada bagian antara leher dan pipinya, nyeri hilang timbul, nyeri yang dirasakan seperti ditusuk jarum dengan skala nyeri 6 dari skala 0-10. Pasien tampak  meringis.
9.      Rasa Aman
Pasien terlihat tenang, tidak cemas dan gelisah.
10.  Sosialisasi dan Komunikasi
Pasien dapat berinteraksi dengan perawat, dokter, serta pasien tidak mengalami kesulitan dalam bersosialisasi dengan keluarga ataupun lingkungan di rumah sakit walaupun dengan suara yang sedikit serak.
11.  Prestasi dan Produktivitas
Sebelum sakit pasien bekerja sebagai petani
12.  Ibadah
Pasien beragama Hindu dan selama di rumah sakit pasien hanya diwakilkan oleh keluarganya untuk sembahyang di Padmasana rumah sakit.
13.  Rekreasi
Sebelum masuk rumah sakit pasien biasa menghabiskan waktunya dengan bertani.
14.  Belajar
Pasien mengerti tentang tindakan pengobatan yang diberikan walaupun sesekali bertanya dengan perawat.
E.     Pengkajian Fisik
1.      Keadaan Umum
a.       Kesan Umum : Lemah
b.      Kesadaran      : Compos Mentis
c.       Warna Kulit   : Sawo matang
d.      Turgor kulit    : Elastis
e.       BB: 50 kg
2.      Gejala Kardinal
Nadi                     : 80 x permenit
Suhu                     : 36,5oc
Pernapasan           : 20 x permenit
Tekanan darah      : 130/80 mmHg
3.      Pemeriksaan Fisik
a.       Kepala            : Simetris, bentuk lonjong, rambut hitam , rambut tersebar merata,tidak ada benjolan, tidak ada nyeri tekan dan tidak ada lesi.
b.      Mata               : Simetris, kornea normal, reflek pupil +/+, sklera putih, Telinga       : Simetris, pendengaran kurang baik.
c.       Mulut             : Kebersihan gigi dan mulut cukup.
d.      Leher              : Ada benjolan di leher sebelah kiri.
e.       Thorax            : Simetris, tidak ada nyeri, gerakan teratur, tidak ada benjolan
f.       Abdomen       : Simetris. tidak ada lesi, tidak kembung
g.      Ekstremitas    : –    Atas         : Terpasang IVRL di tangan kiri, terdapat  lesi
          Bawah     : Tidak terdapat varises
h.      Genetalia        : Tidak terkaji
F.     Pemeriksaan Penunjang
Pemeriksaan Laboratorium tanggal 24Oktober 2012
No
Parameter
Hasil
Satuan
Nilai Rujukan
Remarks
1
WBC
1,97
x10^3/uL
4,10-11,00
Rendah
2
NE%
80,10
%
47,00-80,00
3
LY%
12,70
%
13,00-40,00
4
MO%
3,30
%
2,00-11,00
5
EO%
1,10
%
6
LUC%
0,50
%
0,60-4,00
7
NE#
2,40
x10^3/uL
0,00-4,00
8
LY#
1,58
x10^3/uL
2,50-7,50
9
MO#
0,25
x10^3/uL
1,00-4,00
10
EO#
0,07
x10^3/uL
0,10-1,20
11
BH#
0,02
x10^3/uL
0,00-1,10
12
LUC#
0,01
x10^3/uL
0,00-0,40
13
RBC
3,39
x10^6/uL
4,50-50,0
Rendah
14
HGB
13,00
g/dL
13,50-17,90
Rendah
15
MCT
30,50
%
41,00-53,00
Rendah
16
MCH
89,80
fL
80,00-100,00
17
MCHC
32,60
pq
31,00-36,00
II.           DIAGNOSA KEPERAWATAN
A.    Analisa Data
No
Data
Standar Normal
Masalah Keperawatan
1
DS : pasien mengeluh nyeri pada bagian antara leher dan pipinya yang dirasakan sejak 1 tahun yang lalu, nyeri hilang timbul, nyeri yang dirasakan seperti ditusuk jarum
DO   :
ü Pasien terlihat meringis
ü Skala nyeri 6 dari skala 0-10 yang diberikan
ü  Tidak ada keluhan nyeri
ü  Tidak meringis
ü  Skala nyeri 0 dari skala0-10 yang diberikan
Nyeri Kronis
2
DS : pasien mengeluh tidak nafsu makan dan susah menelan disertai mual
DO :
ü Pasien hanya mampu menghabiskan 1/3 porsi makanan setiap kali makan.
ü Pasien terlihat kurus
ü Muntah(+) 3 kali ( + 1500 cc )
ü BB: 50 kg (sebelumnya 60 kg)
ü  Nafsu makan baik dan tidak ada keluhan susah menelan
ü  Mual (-)
ü  Mampu menghabiskan 1 porsi makanan setiap kali makan
ü  Muntah (-)
ü  BB tidak turun
Perubahan Nutrisi: Kurang dari kebutuhan tubuh
3
DS : Pasien mengatakan kulit dibagian leher terasa kering dan kusam
DO : Kulit dibagian leher berwarna hitam dan kering dan dengan luka
ü  Tidak ada keluhan kulit kering
ü  Warna kulit sawo matang
ü  Kulit tidak kering
ü  Tidak ada luka
Kerusakan integritas kulit
4
DS : Pasien mengatakan tidak percaya diri/malu terhadap penampilannya karena efek dari radioterapi
DO : Pasien tampak diam di tempat tidur dan jarang berbicara
ü  Pasien tidak malu terhadap penampilannya
ü  Pasien tidak Nampak diam dan mau bicara/berkomunikasi
Harga Diri Rendah
B.     Analisa Masalah
1.    P               : Nyeri Kronis
E               : Pembengkakan jaringan
S               : Pasien mengeluh nyeri pada bagian antara leher dan pipinya, nyeri
hilang timbul, nyeri yang dirasakan seperti ditusuk jarum, pasien terlihat meringis, skala nyeri 6 dari skala 0-10 yang diberikan,
Proses terjadinya  : kanker yang menyerang nasofaring mengakibatkan penekanan
dan kerusakan syaraf di daerah kanker yang berkibat timbulnya nyeri
Akibat jika tidak ditanggulangi:  Terjadi syok neurogenik
2.    P               : Perubahan Nutrisi: Kurang dari kebutuhan tubuh
E               : Ketidakmampuan menelan
S               : Pasien mengeluh tidak nafsu makan dan susah menelan disertai mual,
pasien hanya mampu menghabiskan 1/3 porsi makanan setiap kali makan, pasien terlihat kurus, muntah(+) 3 kali ( +1500 cc ), BB: 58 kg ( sebelumnya 60 kg )
Proses terjadinya  : Adanya kanker pada nasofaring menyebabkan sulitnya
menelan sehingga intake makanan berkurang yang mengakibatkan kurangnya nutrisi dari kebutuhan tubuh.
Akibat jika tidak ditanggulangi   :Nutrisi pasien tidak akan terpenuhi sehingga
memperlambat proses penyembuhan
3.    P               : Kerusakan integritas kulit
E              : Efek dari radioterapi
S              : Pasien mengatakan kulit dibagian leher terasa kering dan kusam, kulit
dibagian leher berwarna hitam dan kering dan dengan luka
Proses terjadinya  : sinar yang dihasilkan oleh radioterapi tidak  hanya merusak
sel yang abnormal tetapi juga merusak sel yang sehat sehingga terjadi flek-flek hitam pada daerah yang terkena radioterapi
Akibat jika tidak ditanggulangi   :Akan menyebabkan bekas luka atau lesi
4.      P              : Harga Diri Rendah
E               : Perubahan pada citra diri
S   : Pasien mengatakan tidak percaya diri/maluterhadap penampilannya karena
efek dari radioterapi, pasien tampak diam di tempat tidur danjarang berbicara
C.    Diagnosa Keperawatan
1.      Nyeri Kronis berhubungan dengan pembengkakan jaringan ditandai dengan pasien mengeluh nyeri pada bagian antara leher dan pipinya, nyeri hilang timbul, nyeri yang dirasakan seperti ditusuk jarum, pasien terlihat meringis, skala nyeri 6 dari skala 0-10 yang diberikan,
2.      Perubahan Nutrisi: Kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan ketidakmampuan menelan ditandai dengan pasien mengeluh tidak nafsu makan dan susah menelan disertai mual, pasien hanya mampu menghabiskan 1/3 porsi makanan setiap kali makan, pasien terlihat kurus, muntah(+) 3 kali ( +1500 cc ), BB: 58 kg ( sebelumnya 60 kg )
3.      Kerusakan integritas kulit berhubungan dengan efek dari radioterapi ditandai dengan pasien mengatakan kulit dibagian leher terasa kering dan kusam, kulit dibagian leher berwarna hitam dan kering dan dengan luka
4.      Harga Diri Rendah berhubungan dengan perubahan pada citra diriditandai dengan pasien mengatakan tidak percaya diri/maluterhadap penampilannya karenaefek dari radioterapi, pasien tampak diam di tempat tidur danjarang berbicara
III.   RENCANA KEPERAWATAN
A.    Prioritas Diagnosa.
1.      Nyeri Kronis berhubungan dengan pembengkakan jaringan ditandai dengan pasien mengeluh nyeri pada bagian antara leher dan pipinya, nyeri hilang timbul, nyeri yang dirasakan seperti ditusuk jarum, pasien terlihat meringis, skala nyeri 6 dari skala 0-10 yang diberikan,
2.      Perubahan Nutrisi: Kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan ketidakmampuan menelan ditandai dengan pasien mengeluh tidak nafsu makan dan susah menelan disertai mual, pasien hanya mampu menghabiskan 1/3 porsi makanan setiap kali makan, pasien terlihat kurus, muntah(+) 3 kali ( +1500 cc ), BB: 58 kg ( sebelumnya 60 kg )
3.      Kerusakan integritas kulit berhubungan dengan efek dari radioterapi ditandai dengan pasien mengatakan kulit dibagian leher terasa kering dan kusam, kulit dibagian leher berwarna hitam dan kering dan dengan luka
4.      Harga Diri Rendah berhubungan dengan perubahan pada citra diriditandai dengan pasien mengatakan tidak percaya diri/maluterhadap penampilannya karenaefek dari radioterapi, pasien tampak diam di tempat tidur danjarang berbicara
No.
Diagnosa Keperawatan
Tujuan Dan Kriteria Hasil
Intervensi
Rasional
1.
Nyeri Kronis berhubungan dengan pembengkakan jaringan ditandai dengan pasien mengeluh nyeri pada bagian antara leher dan pipinya, nyeri hilang timbul, nyeri yang dirasakan seperti ditusuk jarum, pasien terlihat meringis, skala nyeri 6 dari skala 0-10 yang diberikan,
Setelah diberikan asuhan keperawatan selama   2x 24 jam diharapkan nyeri pasien berkurang dengan outcome:
ü  Tidak ada keluhan nyeri
ü  Tidak meringis
ü  Skala nyeri berkurang
ü Minimalkan aktivitas pasien
ü Pantau TTV
ü Anjurkan teknik relaksasi progresif dan latihan nafas dalam
ü Kolaboratif dalam pemberian analgetik
ü  Aktivitas yang meningkat dapat meningakatkan rasa nyeri
ü  Mengetahui perkembangan TTV pasien
ü  Teknik relaksasi dan distraksi berguna untuk mengalihkan perhatian pasien terhadap nyeri
ü  Berindikasi menurunkan rasa nyeri
2
Perubahan Nutrisi: Kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan ketidakmampuan menelan ditandai dengan pasien mengeluh tidak nafsu makan dan susah menelan disertai mual, pasien hanya mampu menghabiskan 1/3 porsi makanan setiap kali makan, pasien terlihat kurus, muntah(+) 3 kali ( + 1500 cc ), BB: 58 kg ( sebelumnya 60 kg )
Setelah diberikan asuhan keperawatan selama 2×24 jam diharapkan kebutuhan nutrisi adekuat dengan outcome:
ü  Nafsu makan baik dan tidak ada keluhan susah menelan
ü  Mual (-)
ü  Mampu menghabiskan 1 porsi makanan setiap kali makan
ü  Muntah (-)
ü  Pantau masukan makanan setiap hari
ü  Anjurkan makan porsi kecil tetapi sering
ü  Jelaskan pentingnya nutrisi yang adekuat
ü    Mengidentifikasi kekuatan/defisiensi nutrisi
ü  Meningkatkan masukan oral
ü  Memberikan pengertian kepada pasien
3
Kerusakan integritas kulit berhubungan dengan efek dari radioterapi ditandai dengan pasien mengatakan kulit dibagian leher terasa kering dan kusam, kulit dibagian leher berwarna hitam dan kering dan dengan luka
Setelah diberikan asuhan keperawatan selama 2×24 jam diharapkan kebutuhan nutrisi adekuat dengan outcome:
ü  Tidak ada keluhan kulit kering
ü  Warna kulit sawo matang
ü  Kulit tidak kering
ü  Tidak ada luka
ü Anjurkan mandi dengan menggunakan air hangat atau sabun
ü Anjurkan pasien untuk menghindari krim kulit apapun, bedak, salep kecuali diijinkan oleh dokter
ü Anjurkan untuk menghindari pakaian yang ketat pada daerah tersebut
ü  Melancarkan peredaran darah dan badan pasien tidak berbau
ü  Agar menghindari infeksi kulit
ü  Agar tidak menimbulkan keringat yang dapat menyebabkan iritasi kulit
4
Harga Diri Rendah berhubungan dengan perubahan pada citra diriditandai dengan pasien mengatakan tidak percaya diri/malu terhadap penampilannya karena efek dari radioterapi, pasien tampak diam di tempat tidur dan jarang berbicara
Setelah diberikan asuhan keperawatan selama 2×24 jam diharapkan kebutuhan nutrisi adekuat dengan outcome:
ü  Pasien tidak malu terhadap penampilannya
ü  Pasien tidak nampak diam dan mau bicara /berkomunikasi
ü  Beri kesempatan pasien untuk mengekspresikan perasaan khususnya tentang keadaan penyakitnya.
ü  Beri privasi dan lingkungan yang nyaman
ü  Mengekspresikan perasaan dapat mengurangi rasa malu atau rasa tidak percaya diri pasien
ü  Lingkungan yang nyaman diharapkan dapat mengurangi rasa harga diri yang rendah
IV.   IMPLEMENTASI
Hari/Tgl/Jam
No. Dx
Implementasi
Evaluasi Formatif
Paraf
Rabu, 24 Oktober 2012
15.00
16.00
17.00
21.30
1
2
3
1
2
2
1
1
    Kolaboratif pemberian   analgetik 3×1 ampul
    Menjelaskan pentingnya nutrisi yang adekuat
    Menganjurkan mandi dengan menggunakan air hangat atau sabun
    Memantau TTV
    Memantau masukan makanan setiap hari
    Menganjurkan makan porsi kecil tetapi sering
    Minimalkan aktivitas pasien
    Menganjurkan teknik relaksasi progresif dan latihan nafas dalam
     Obat berhasil masuk, tidak ada alergi
     Pasien mau mendengarkan
     Pasien mau menurut,
     Tekanan darah = 110/80 mmHg, suhu= 36,5oC, nadi= 72x permenit,
     Pasien mampu menghabiskan 1/3 porsi setiap kali makan
     Pasien mau mengikuti
     Pasien mau menurut
     Pasien mau melakukan nafas dalam
Kamis, 25 Oktober 2012
08.00
11.00
12.30
14.00
15.00
20.00
21.30
1
2
1
2
2
3
3
1
1
1
2
1
2
2
1
1
    Kolaboratif pemberian   analgetik 3×1 ampul
    Menjelaskan pentingnya nutrisi yang adekuat
    Memantau TTV
    Memantau masukan makanan setiap hari
    Menganjurkan makan porsi kecil tetapi sering
    Menganjurkan pasien untuk menghindari krim kulit apapun, bedak, salep kecuali diijinkan oleh dokter
    Menganjurkan untuk menghindari pakaian yang ketat pada daerah tersebut
    Minimalkan aktivitas pasien
    Menganjurkan teknik relaksasi progresif dan latihan nafas dalam
    Kolaboratif pemberian   analgetik 3×1 ampul
    Menjelaskan pentingnya nutrisi yang adekuat
    Memantau TTV
    Memantau masukan makanan setiap hari
    Menganjurkan makan porsi kecil tetapi sering
    Minimalkan aktivitas pasien
    Menganjurkan teknik relaksasi progresif dan latihan nafas dalam
     Obat berhasil masuk, tidak ada alergi
     Pasien mau mendengarkan
     Tekanan darah = 110/70 mmHg, suhu= 36oC, nadi= 68x permenit,
     Pasien mampu menghabiskan ½ porsi setiap kali makan
     Pasien mau mengikuti
     Pasien mau mematuhi
– pasien mau mengikuti
     Pasien mau menurut
     Pasien mau melakukan nafas dalam
     Obat berhasi masuk, tidak ada alergi
     Pasien mau mendengarkan
     Tekanan darah = 110/80 mmHg, suhu= 36,3oC, nadi= 72x permenit,
     Pasien mampu menghabiskan 1/3  porsi setiap kali makan
     Pasien mau mengikuti
     Pasien mau menurut
     Pasien mau melakukan nafas dalam
Jumat, 26 Oktober 2012
08.00
11.00
12.30
14.00
1
1
2
2
4
4
1
1
    Kolaboratif pemberian   analgetik 3×1 ampul
    Memantau TTV
    Memantau masukan makanan setiap hari
    Menganjurkan makan porsi kecil tetapi sering
    Memberikan kesempatan pasien untuk mengekspresikan perasaan khususnya tentang keadaan penyakitnya.
    Beri privasi dan lingkungan yang nyaman
    Minimalkan aktivitas pasien
    Menganjurkan teknik relaksasi progresif dan latihan nafas dalam
     Obat berhasi masuk, tidak ada alergi
     Tekanan darah = 120/70 mmHg, suhu= 36,5oC, nadi= 72x permenit,
     Pasien mampu menghabiskan ½ porsi setiap kali makan
     Pasien mau mengikuti
     Pasien mau menurut
     Pasien mau melakukan nafas dalam
V.      EVALUASI
No.
Hari/Tgl/Jam
No. Dx
Evaluasi Sumatif
Paraf
1.
Kamis, 26 Oktober 2012
Pk. 15.00 WITA
1
S: Pasien sedikit mengeluh nyeri
O: pasien tampak tenang, skala nyeri 4 dari skala 0-10 yang diberikan
A: Tujuan tercapai sebagian
P: Lanjutkan Intervensi
2
Kamis, 26 Oktober 2012
Pk. 15.00 WITA
2
 S : Pasien masih mengeluh susah menelan dan tidak nafsu makan
O : Muntah (-), pasien mampu menghabiskan ½ porsi makanan
A : Tujuan belum tercapai
P : Lanjutkan intervensi
3
Kamis, 26 Oktober 2012
Pk. 15.00 WITA
3
S: Pasien masih mengeluh kulitnya kering dibagian leher
O: kulit leher terlihat kering dan kusam
A: Tujuan Belum Tercapai
P: Lanjutkan Intervensi
4
Kamis, 26 Oktober 2012
Pk. 15.00 WITA
4
S:  Pasien sudah tidak merasa malu terhadap kondisinya
P: Pasien sudah mau terbuka dan sudah mau beraktivitas dan mau berbicara dengan pasien disebelahnya
A: Tujuan Tercapai
P: –

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s